Inflasi Kabupaten Mojokerto Didorong Lonjakan Harga Beras

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
AMEG.ID, Mojokerto - Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi menyampaikan, lonjakan harga beras jadi pendorong inflasi di Kabupaten Mojokerto, yang mencapai 2,47 persen pada periode September 2023.
Melansir Berita Jatim, kata Bambang, komoditi penyumbang inflasi terbesar di Mojokerto, ada beras, tahu mentah, dan bawang putih. Sedangkan penghambat inflasi dari kontribusi deflasi di beberapa komoditas. Seperti telur ayam ras, kancang panjang, tarif telepon, daging sapi, dan tempe.
Sementara, Pemkab Mojokerto lewat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) secara masif melakukan evaluasi, untuk menekan inflasi. Pihaknya menilai inflasi Oktober cenderung stabil meski ada kenaikan sedikit sekitar 0,29 persen jika dibandingkan Agustus lalu.
“Setiap bulan ada evaluasi, paling tidak kita kendalikan agar stabil. Kalau inflasi meningkat tidak boleh terlalu besar dan inflasi rendah jelek juga. Untuk inflasi Januari-September 2,47 persen. Idealnya kita di angka 3, harus seperti itu dan angka rata-rata per bulan kita harus pertahankan terus,” tegasnya. (AN-BG/BERITA JATIM)
Sumber: