Pembeli Protes Naiknya Cabai Di Tasikmalaya

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
AMEG.ID, Tasikmalaya - Salah satu pedagang di Pasar Cikurubuk - Solihin (38 tahun), memperkirakan kenaikan harga cabai ini, karena dampak musim kemarau, yang mempengaruhi produktivitas panen. “Harga jadi tinggi,” kata dia.
Melansir Republika, Solihin menjelaskan, cabai merah keriting di kiosnya saat ini dijual dengan harga sekitar 50 ribu hingga 60 ribu per kilogram. Dalam kondisi normal, harganya disebut berkisar 25 ribu hingga 30 ribu per kilogram.
Sementara harga cabai rawit domba saat ini berkisar 65 ribu hingga 70 ribu per kilogram. Padahal dalam kondisi normal, harganya sekitar 30 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit domba saat ini berkisar Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal, harganya sekitar Rp 30 ribu per kilogram.
Kendati harganya naik, Solihin mengaku penjualan cabai di kiosnya masih relatif normal. Dalam sehari, ia mengaku masih bisa menjual sekitar satu kuintal hingga dua kuintal cabai. “Pembeli ya pada protes, tapi bagaimana lagi, kebutuhan,” kata dia. (AL-BG/REPUBLIKA)
Sumber: