Pemkot Malang Tambah Lima Unit Early Warning System Deteksi Banjir

Pemkot Malang Tambah Lima Unit Early Warning System Deteksi Banjir

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view

File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

AMEG.ID, Kota Malang - Kalaksa BPBD Kota Malang Prayitno menyampaikan saat ini Kota Malang punya 13 Early Warning System (EWS) untuk mendeteksi banjir, tapi jumlah itu dianggap kurang. Karena itu, Pemkot Malang menambah lima unit EWS dengan anggaran 150 juta.

"Penambahan tersebut agar jarak antara EWS semakin rapat, mulai Tlogomas sampai Muharto. Sehingga memudahkan pemantauan," jelasnya.

Melansir Radar Malang, kata Prayitno idealnya Kota Malang punya 18 sampai 20 unit EWS. Selain itu, untuk pengadaan satu alat membutuhkan biaya sekitar 30 juta.

Nantinya, lima titik yang dipasang EWS akan dilakukan di wilayah sungai urban atau kecil dengan diameter satu meter. Tidak hanya menggunakan EWS, pemantauan juga dilakukan secara manual oleh pihak BPBD. (AN-FR/RADAR MALANG)

Sumber: