Pemkot Malang Berikan Penanganan Sistematis Untuk Turunkan Angka Stunting Di Kota Malang

Pemkot Malang Berikan Penanganan Sistematis Untuk Turunkan Angka Stunting Di Kota Malang

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view

File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

AMEG.ID, Malang - Meski angka prevalensi stunting di Kota Malang menunjukan progres positif di angka 8,9 persen, PJ Wali Kota Malang - Wahyu Hidayat terus instruksikan perangkat daerah di Pemkot Malang menangani stunting dengan sistematis, agar bisa maksimal. 

Melansir Tugu Jatim, Dengan menerapkan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), agar masyarakat menerapkan hidup bersih dan sehat, untuk mencegah stunting. Menurutnya, STBM merubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, yang tentu akan mencegah banyak hal termasuk stunting.

“STBM ini agar sanitasi di lingkungan sekitar itu berkualitas. Dapat mengurangi penyakit berbasis lingkungan akibat sulitnya akses air bersih dan sanitasi yang buruk,” tambahnya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi balita stunting di Kota Malang ada 18 persen, jumlah itu mengalami penurunan dari 2021 yang angkanya 25 persen. Sementara untuk data tahun 2023, BPS Kota Malang masih belum merilis. (NF-BG/TUGU JATIM)

Sumber: