Pemkab Jember Perkuat Sektor Pertanian dengan Pemerintah Pusat

Pemkab Jember Perkuat Sektor Pertanian dengan Pemerintah Pusat

Bupati Jember Muhammad Fawait. Foto : Antara--

AMEG.ID, Jember - Pemkab Jember bersama pemerintah pusat terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis yang menyasar peningkatan produktivitas lahan, modernisasi alat pertanian, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Total dukungan yang digelontorkan selama 2025 hingga 2026 mencapai sekitar Rp312 miliar. Besarnya dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran berbagai bantuan kepada kelompok tani di sejumlah kecamatan.

Program yang diberikan meliputi bantuan alat dan mesin pertanian, optimalisasi lahan, pembangunan sarana irigasi, hingga rehabilitasi jaringan pengairan guna mendukung peningkatan produksi pangan.

Beberapa bantuan yang disalurkan antara lain Combine Harvester untuk Kelompok Tani Dewi Sri di Desa Jombang, Kecamatan Jombang. Selain itu terdapat bantuan Optimalisasi Lahan (Oplah) 2026 untuk Kelompok Tani Moro Seneng di Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo.

Pemerintah juga memberikan bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) 2026 kepada Kelompok Tani Gemah Ripah di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, serta bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) bagi Kelompok Tani Sri Murni 1 di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk.

Bupati Jember, Gus Fawait mengatakan perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian saat ini semakin besar karena menjadi salah satu pilar utama pembangunan nasional khususnya dalam menjaga ketahanan pangan.

“Kalau dinominalkan, seluruh program yang diberikan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jember selama tahun 2025 dan 2026 mencapai kurang lebih Rp312 miliar. Ini merupakan perhatian yang sangat besar terhadap sektor pertanian,” ujarnya dilansir dari Suara Surabaya.

Menurut Gus Fawait, penguatan sektor pertanian menjadi langkah strategis menghadapi kondisi ekonomi global yang masih bergejolak. Dengan ketahanan pangan yang kuat, kebutuhan dasar masyarakat dapat lebih terjaga meskipun terjadi tekanan ekonomi dunia.

“Dengan kondisi ekonomi global yang tidak baik-baik saja, kita bersyukur pemerintah pusat memprioritaskan sektor ketahanan pangan. Ketahanan pangan yang kuat membuat dampak gejolak ekonomi dunia bisa diminimalkan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat,” ucap Gus Fawait.

Ia menjelaskan dukungan pemerintah tidak hanya berupa bantuan alat dan mesin pertanian, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur penunjang produksi.

Program tersebut meliputi rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan pupuk dan benih, hingga berbagai upaya peningkatan produktivitas lahan pertanian.

Selain itu, penguatan sektor pertanian juga melibatkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah bekerja sama dengan pemerintah pusat, TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Gus Fawait menekankan pentingnya pengawasan terhadap seluruh bantuan yang telah disalurkan agar benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Jangan sampai setiap tahun kita bantu tetapi tidak termanfaatkan dengan baik. Saya yakin dengan cara seperti ini bantuan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan bisa kita awasi bersama-sama,” tegasnya.

Sumber: