Api Meluas 520 Hektare, Pemadaman Karhutla Bromo Berpacu dengan Arah Angin

Api Meluas 520 Hektare, Pemadaman Karhutla Bromo Berpacu dengan Arah Angin

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak memantau langsung kebakaran kawasan Bromo. Foto: JTV / Farid Fahlevi--

AMEG.ID, Probolinggo - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berpacu dengan perubahan arah angin dan sulitnya akses menuju titik api. Hingga Minggu Senin (10/08) area terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sekitar 520 hektare.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung kawasan terdampak untuk melihat proses penanganan sekaligus berkoordinasi dengan tim gabungan. Menurut Emil, karakter medan pegunungan membuat petugas tidak dapat menjangkau seluruh lokasi menggunakan kendaraan.

“Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Angin yang berubah-ubah menjadi salah satu kendala utama karena dapat menyebabkan api kembali menyebar ke kawasan lain,” kata Emil mengutip Suara Surabaya.

Sejumlah titik api terpantau berada di kawasan P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, hingga area Penanjakan 1. Selain memadamkan api yang masih aktif, petugas juga melakukan penyisiran untuk mencari bara yang berpotensi menyala kembali ketika terkena angin.

Sebelum bergerak ke lokasi, tim gabungan menyusun strategi dengan mempertimbangkan arah angin, jenis vegetasi, dan tingkat kesulitan medan. Langkah  itu diperlukan agar petugas dapat menentukan titik yang bisa ditangani melalui jalur darat serta area yang membutuhkan dukungan pemadaman dari udara.

“Pemadaman kami lakukan dengan melihat kondisi dan medan di lapangan. Ada pemadaman darat dan juga kami dukung dengan pemadaman dari udara,” katanya.

Tiga helikopter water bombing dikerahkan untuk menyiram kawasan yang sulit dijangkau personel. Penanganan dari jalur darat ditunjang tujuh mobil pemadam kebakaran dan tiga drone water spray.

Peralatan tersebut digunakan untuk memperluas jangkauan pemadaman, terutama pada lereng dan perbukitan yang tidak dapat dilewati kendaraan.

Ratusan personel dari unsur TNI, BPBD, Balai Besar TNBTS, dan relawan turut diterjunkan. Mereka menjalankan pemadaman secara manual, membuka jalur menuju lokasi terdampak serta memeriksa area yang masih menyimpan bara.

Kondisi lapangan juga diperberat oleh keterbatasan alat pemadaman manual. Alat gepyok yang digunakan petugas di sejumlah titik dilaporkan telah habis digunakan.

Sementara itu, kontur terjal mengharuskan sebagian personel berjalan kaki menuju lokasi sehingga proses penanganan membutuhkan waktu lebih panjang.

“Kami koordinasikan bersama karena penanganannya membutuhkan kerja sama semua pihak,” kata Wagub Jatim.

Vegetasi yang terbakar meliputi hamparan rumput pegunungan dan sejumlah tanaman yang tumbuh di kawasan konservasi termasuk bunga edelweiss.

Meski wilayah terdampak cukup luas, api dilaporkan tidak menjangkau Lembah Watangan maupun Bukit Teletubbies yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata Bromo.

Sumber: