Aktivitas Manusia Diduga Picu Karhutla Arjuno-Welirang, Satu Titik Api Masih Diburu
Upaya petugas ketika memadamkan api karhutla di Tahura Raden Soerjo, Gunung Arjuno-Welirang. Foto: BPBD Jatim--
AMEG.ID, Pasuruan - Aktivitas manusia diduga menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang.
Namun, unsur kesengajaan maupun kelalaian belum dapat dipastikan karena petugas masih memprioritaskan pemadaman pada satu titik api yang tersisa.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi mengatakan api di kawasan Kembar 1, Kembar 2, dan sekitar Lapangan Kotak telah berhasil dipadamkan. Petugas gabungan kini memusatkan penanganan pada lokasi lain yang masih terdeteksi terbakar.
"Sekarang masih dilakukan water bombing. Titik-titik lain seperti di Kembar 1, Kembar 2, dan sekitar Lapangan Kotak sudah padam. Tinggal satu titik yang sedang difokuskan," ujarnya melansir JPNN.com.
Pemadaman dari udara dilakukan menggunakan helikopter BNPB dengan kemampuan membawa seribu liter air dalam sekali pengambilan. Pasokan air berasal dari Kolam Kaliandra, Taman Safari, serta tandon yang disiapkan BPBD Kabupaten Pasuruan di Lapangan Kaliandra.
Sementara itu, untuk luas kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai 146 hektare. Angka tersebut belum menjadi data akhir karena penghitungan dilakukan sebelum munculnya kejadian kebakaran berikutnya.
“140-an hektare (perkiraan dampak karhutla), yang pertama rilis ya, sebelum nanti ada kejadian lagi belum yang kemarin," kata Jumadi.
Pemeriksaan terhadap kerusakan vegetasi dan habitat satwa baru akan dilakukan setelah seluruh api dipastikan padam. Penelusuran lebih lanjut juga diperlukan untuk mengetahui aktivitas manusia yang menjadi awal munculnya kebakaran tersebut.
"Kami konsentrasi dulu pada pemadaman. Setelah itu baru kita evaluasi dampaknya terhadap habitat. Kalau api yang membawa pasti manusia, tetapi sengaja atau tidak, itu yang belum kami ketahui,” pungkasnya.
Sumber: