Ditunggu Lama, Eh, Biasa Aja

Jumat 21-05-2021,05:00 WIB
Reporter : Retna Christa
Editor : Retna Christa

Menurut kami, memang penulisan The New Mutants bermasalah. Seperti kata Guardian, premisnya oke. Ide Boone membawa vibe film horor remaja sangat keren. Namun, ia ingin memasukkan terlalu banyak unsur dalam film yang begitu pendek. Sementara banyak aspek yang lebih penting—seperti penokohan para mutant muda itu—tidak dieksplorasi dengan baik.

Kita, misalnya, ingin tahu lebih banyak tentang masa kecil Illya. Apa sebenarnya yang terjadi pada dia? Dan makhluk apa The Smiley Men yang menghantui mimpi-mimpi dia itu? Kita juga ingin tahu setragis apa kisah Berto, si cowok kaya asal Brazil, yang tanpa sengaja membakar pacarnya hidup-hidup itu.

Kita penasaran, situasi tambang seperti apa yang memicu klaustrofobia Sam Guthrie kumat. Sehingga ia meledak. Dan membunuh ayahnya serta puluhan pekerja lain. Jika Boone mampu membawa penonton menyelami trauma-trauma itu bersama kelima tokoh utama, niscaya pertarungan akhir yang terjadi akibat kekuatan Dani menjadi relevan.

Ingat Boggart? Makhluk gaib dalam Harry Potter yang menjelma sebagai ketakutan terbesar tiap penyihir. Bab tentang Boggart menjadi menarik sekali, karena kita tahu benar ketakutan terbesar masing-masing teman Harry. Neville yang takut pada Profesor Snape. Ron yang fobia terhadap laba-laba. Dan Harry yang selalu pingsan saat melihat Dementor.

Sedangkan ini? Bagaimana mungkin kita merasa related dengan trauma kelima mutant muda itu. Kalau kita tidak diajak menyelami pikiran mereka? Bagi kami, di situlah kegagalan The New Mutants.

Tags :
Kategori :

Terkait

Terpopuler