WRI Bongkar Ancaman Baru di Balik Swasembada Energi RI

Jumat 24-07-2026,10:41 WIB
Reporter : Admin ameg
Editor : Admin ameg

AMEG.ID, Jakarta - Target Indonesia untuk memperkuat kemandirian energi dinilai menghadapi tantangan baru apabila konsumsi bahan bakar tidak dikendalikan.

World Resources Institute (WRI) Indonesia memperingatkan potensi kembalinya impor solar dalam beberapa tahun mendatang meski pemerintah berhasil menghentikan impor pada 2026.

Peringatan itu disampaikan berdasarkan hasil pemodelan awal WRI Indonesia yang menunjukkan bahwa peningkatan kebutuhan energi, khususnya sektor transportasi dapat melampaui kemampuan produksi dalam negeri apabila pola konsumsi tidak mengalami perubahan.

Kondisi ini diperkirakan mulai terlihat pada 2027 dan berpotensi semakin besar dalam jangka panjang.

Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi mengatakan pembahasan mengenai kendaraan listrik selama ini lebih banyak difokuskan pada pengurangan emisi gas rumah kaca. Padahal, menurutnya transisi teknologi transportasi juga memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Pemodelan kami menunjukkan bahwa tanpa perubahan signifikan pada teknologi transportasi, kebutuhan diesel Indonesia dapat mencapai sekitar 87,5 juta kiloliter pada 2040,” ujar Nirarta melansir Republika.

Ia menjelaskan angka itu jauh melampaui proyeksi kapasitas produksi solar di dalam negeri yang diperkirakan hanya mencapai sekitar 26,5 juta kiloliter.

Ketimpangan antara kebutuhan dan kemampuan produksi itu dinilai berisiko kembali membuka ruang bagi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

“Artinya, peningkatan pasokan energi saja tidak akan cukup. Kita juga harus mulai mengelola permintaan energi, dan transformasi angkutan barang menjadi salah satu strategi terpenting untuk mewujudkan swasembada energi Indonesia,” katanya.

Menurut WRI Indonesia, penguatan produksi energi perlu diiringi langkah untuk menekan laju konsumsi terutama pada sektor transportasi yang menjadi salah satu pengguna terbesar bahan bakar diesel.

Perubahan teknologi, termasuk penggunaan kendaraan yang lebih efisien dan elektrifikasi angkutan barang, dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Pendekatan tersebut juga dipandang sebagai upaya menjaga keberlanjutan swasembada energi dalam jangka panjang. Sebab, peningkatan kapasitas produksi tanpa pengendalian permintaan berpotensi membuat kebutuhan energi terus tumbuh lebih cepat dibandingkan kemampuan pasokan domestik.

Melalui hasil pemodelan tersebut, WRI Indonesia mendorong agar kebijakan energi nasional tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi tapi juga mempercepat transformasi sektor transportasi.

Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu menjaga ketahanan energi sekaligus mengurangi risiko kembali bergantung pada impor solar di masa mendatang.

Kategori :