Tiga Bulan Dijahit, Merah Putih Sepanjang 600 Meter Terbentang di Kaki Gunung Arjuno

Jumat 07-08-2026,11:27 WIB
Reporter : Admin ameg
Editor : Admin ameg

AMEG.ID, Kabupaten Malang - Selembar demi selembar kain yang dijahit warga selama hampir tiga bulan akhirnya menjelma menjadi Bendera Merah Putih sepanjang 600 meter.

Bendera raksasa itu dibentangkan di kawasan kaki Gunung Arjuno oleh warga Dusun Krajan Tengah, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang untuk menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di balik bentangan Merah Putih tersebut, terdapat proses panjang yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Warga secara swadaya mengumpulkan dana, menyediakan bahan, hingga menyelesaikan penjahitan secara bertahap. Pengerjaan dilakukan bersama-sama di sela aktivitas sehari-hari mereka.

Tokoh masyarakat Dusun Krajan Tengah Slamet mengatakan kegiatan itu tidak hanya bertujuan menghadirkan kemeriahan menjelang 17 Agustus. Bendera itu juga menjadi simbol kekompakan warga yang tinggal di lereng Gunung Arjuno.

"Bendera sepanjang 600 meter ini bukan sekadar hiasan untuk merayakan 17 Agustus, tetapi menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan warga Dusun Krajan Tengah masih terus hidup dan terjaga di kaki Gunung Arjuno," ujarnya mengutip Disway Malang.

Partisipasi warga tidak berhenti pada proses pendanaan. Para ibu di dusun tersebut turut mengambil peran penting dengan mencicil penjahitan kain hingga seluruh bagian bendera tersambung.

Salah satunya Rini warga berusia 38 tahun yang ikut mengerjakan Merah Putih berukuran ratusan meter itu.

"Hampir tiga bulan kami mencicil penjahitannya bersama-sama ibu-ibu di sini. Capeknya terbayar lunas saat melihat Merah Putih akhirnya berkibar megah di alam bebas," ungkapnya.

Setelah proses pembuatan selesai, warga masih harus menghadapi medan lereng Gunung Arjuno yang menantang. Mereka membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk memasang dan membentangkan bendera hingga dapat terlihat di kawasan tersebut.

Pengerjaan selama berbulan-bulan dan proses pemasangan yang tidak mudah membuat pembentangan Merah Putih itu menjadi hasil kerja kolektif masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial. Setiap tahapnya memperlihatkan cara warga memaknai kemerdekaan melalui keterlibatan dan kerja bersama.

Melalui kegiatan ini, warga Krajan Tengah ingin menjaga rasa cinta terhadap Tanah Air sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan mereka.

Semangat persatuan dan gotong royong yang muncul selama pembuatan bendera diharapkan tidak berakhir setelah perayaan Hari Kemerdekaan tapi juga tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kategori :