Peluang ke Singapura juga sedang dijajaki. Indonesia sebelumnya menawarkan sedikitnya 10 ribu ton dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu pada 29 Juni 2026.
Pengiriman ke Sarawak akhirnya bukan hanya soal menjual kelebihan produksi. Tahap perdana akan menguji kelancaran perizinan, jalur logistik, penerimaan pasar, dan kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara ekspor dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.