Waspada Cuaca Ekstrem Di Jatim Imbas Pancaroba

Petugas merapikan sejumlah pohon besar di jalur mudik Malang (Foto : MPI)--
A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
AMEG.ID, Surabaya - Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menjelaskan, sebagian besar wilayah Jatim masih dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau alias pancaroba.
Melansir dari Jawapos, pada peralihan musim ini, suhu muka laut di perairan Jatim yang masih hangat mengakibatkan peningkatan pasokan uap air di atmosfer. Hal itu membuat terbentuknya awan-awan konvektif yang masif. Sehingga menimbulkan potensi cuaca ekstrem.
"Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es pada periode 16 - 21 April 2024," sebut Taufiq Hermawan.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait, supaya tetap waspada dengan bencana hidrometeorologi yang mengintai. Terutama pada periode sampai 21 April 2024. (IC-KM/JAWAPOS)
Sumber: