Mencermati Isu Sosial Sambil Menggali Karakter

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
Sebagai aktor, Lee Je-hoon lebih sering membintangi film daripada serial. Namun, dua serial terakhirnya begitu menawan. Taxi Driver dan Move to Heaven. Bukan hanya ceritanya yang seru. Keduanya juga memiliki pesan sosial yang dalam. Je-hoon sangat menikmatinya.
AMEG - LEE JE-HOON mendapatkan momentum breakthrough lewat film Architecture 101. Genrenya drama romantis. Ia memerankan seorang mahasiswa jurusan arsitektur yang mengalami cinta pertama. Begitu imut, lugu, dan manis. Namun, selepas peran polos itu, ia semakin rajin mengeksplorasi berbagai jenis karakter.
’’Aku tergerak untuk selalu bertumbuh bersama setiap karakter yang kuperankan. Untuk menunjukkan layer diriku yang lain sebagai aktor,’’ tutur Je-hoon, dalam wawancara dengan Korea Times.
Maka, sejak itu, kita bisa melihatnya membawakan berbagai peran. Ia pernah menjadi profiler kriminal, generasi kedua chaebol yang bergerak di bidang fashion, petugas pelayanan penumpang di bandara, dan sebagainya.

Sepanjang bulan lalu, kita melihatnya dalam dua peran yang bertolak belakang. Yang satu sebagai mantan anggota pasukan khusus yang berubah menjadi vigilante. Yang satunya lagi, sebagai mantan narapidana. Tepatnya di Taxi Driver, serta drama Netflix Move to Heaven.
Jika diperhatikan, kedua serial itu bukan drama biasa. Taxi Driver mengisahkan tentang perusahaan taksi gelap yang punya misi spesial. Yakni melayani permintaan balas dendam dari mereka yang diperlakukan tidak adil oleh hukum. Sementara lawannya adalah mereka yang tidak bisa dihukum oleh sistem peradilan Korea.
Je-hoon memerankan Kim Do-gi. Pengamudi taksi sekaligus personel utama perusahaan taksi gelap. Yang siap menghukum para penjahat dengan cara-cara paling menyakitkan. Kadang ia harus menyamar menjadi berbagai karakter demi memuluskan rencana balas dendam. Taxi Driver menjadi sangat mengerikan karena kasus-kasusnya diambil dari kejadian beneran.
Move to Heaven juga terinspirasi dari event nyata. Drama itu diangkat dari esai berjudul Things Left Behind karya Kim Sae-byul. Yang berprofesi sebagai trauma cleaner. Alias bertugas membersihkan barang-barang peninggalan seseorang yang baru saja meninggal. Je-hoon memerankan Cho Sang-gu, petarung MMA berandalan yang tiba-tiba diserahi tanggung jawab menjadi wali dari keponakannya.
Si keponakan (yang baru saja ditinggal mati ayahnya), menjalankan perusahaan trauma cleaning. Berdua, lewat barang-barang yang dianggap tak berguna, mereka menyampaikan kisah mereka yang telah tiada. Isu yang diangkat juga sangat relatable dengan masalah sehari-hari audiens. Insecurity soal pekerjaan, kesepian, hingga konflik keluarga.
Meski karakter yang ia bawakan berbeda, Taxi Driver dan Move to Heaven punya kesamaan. Keduanya sama-sama memberi perhatian kepada orang-orang yang tidak beruntung. Baik korban kejahatan maupun para individu yang tidak memiliki privilese. Perantau yang tinggal sendirian, kelompok minoritas, ataupun mereka yang tidak dipedulikan oleh keluarganya.
Di Move to Heaven, Je-hoon mengaku mendapat kesempatan mengekspresikan dirinya secara berbeda. Baik dari segi penampilan maupun akting. ’’Aku sangat haus terhadap peran-peran yang mengalami transisi. Dari karakter yang dipandang negatif, menjadi positif. Dan Cho Sang-gu mengakomodasi kebutuhanku soal itu,’’ paparnya.

Namun, di atas perkembangan karakter, ada satu hal yang lebih ia pentingkan dalam memilih peran. Ia ingin lebih banyak terlibah dalam proyek-proyek yang mengangkat isu sosial. Menurut lulusan sekolah drama Korea National University of Arts itu, belakangan ini, ia semakin tertarik dengan kejadian-kejadian terkini. Yang terjadi di sekitarnya.
’’Ketika aku mengambil sebuah peran, aku cenderung mempelajari dan mengeksplorasi kehidupan karakter tersebut. Dan karena pengalaman hidupku sangat terbatas, aku mencoba memberi perhatian lebih dalam kepada lingkungan di sekitarku,’’ tuturnya.
Je-hoon tertarik mengamati, misalnya, bagaimana generasi saat ini menjalani hari-hari mereka. Apa yang sedang mereka sukai. Apa yang mereka gilai. Dan apa yang membuat mereka sedih. Ia mencoba menyerap beragam cerita itu baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurutnya, mengamati hal-hal semacam itu meluaskan wawasan dan cara pandangnya.
Sumber: