Kuah Merahnya Memikat

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
Begitu keluar menuju Karangpilang melalui jembatan lama, di pertigaan lampu merah Karangpilang, ada lagi penjual kikil klan Sepanjang yang saya temui. Semuanya bisa disebut dengan kikil Sepanjang. Disebut begitu karena dulu ada penjual kikil yang menjadi populer di daerah Sepanjang, sebuah kelurahan di Kecamatan Taman. Tepatnya di Jalan Sepanjang Tani yaitu perbatasan Sidoarjo dengan Surabaya. Berdempetan langsung dengan Jalan Pagesangan, Surabaya.
Pembuat kikil di Sepanjang ini mengolah kaki sapi mentah menjadi kikil dengan panci besar. Dalam sehari, mereka dapat mengolah seribu buah kaki sapi. Setelah matang, dijual eceran ke para pedagang. Beberapa pedagang memodifikasinya lagi sehingga ada sedikit perbedaan rasa pada penjual satu dengan lainnya.
Sepanjang saya menyusuri rute dari Surabaya menuju selatan, yakinlah saya bahwa klan kikil Sepanjang itu memang menyebar. Dari sekitaran Taman Sepanjang ke utara atau ke Surabaya. Bahkan dalam perjalanan saya kulineran di daerah Gayungsari, Karangpilang, Surabaya, hingga lanjut ke arah Taman dan Waru, tampaknya semua rasa lontong kikil sapi itu sama. Rasa Sepanjang. (*)
Sumber: