Mahasiswa UB Berbagi Pengalaman Merdeka Belajar dengan Presiden dan Mendikbud Ristek

Mahasiswa UB Berbagi Pengalaman Merdeka Belajar dengan Presiden dan Mendikbud Ristek

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view

File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

"Oleh karena itu kita harus siap dan berani mencari cara-cara baru bersama-sama menghadapi tantangan dan mewujudkan visi dan misi SDM unggul,” katanya.

Nadiem berharap program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dapat memerdekakan kampus dari berbagai jenis sekat. Sekat antara akademisi dan industri, riset dan pembelajaran, sekat antar fakultas atau antar prodi.

“Kita ingin menciptakan suatu sistem pendidikan tinggi yang berkolaborasi, tanpa ada dinding penyekat. Dan kita ingin para dosen juga keluar dari kampus untuk mendapat pengalaman dan membina mahasiswa yang mencari pengalaman kerja, pengalaman industri dan di universitas lain."

"Ini satu-satunya cara agar para lulusan mendapat kompetensi di dunia yang perubahannya semakin cepat. Bagaimana mempelajari kolaborasi kalau tidak belajar berkarya sebagai tim. Bagaimana mengerti kreativitas/kewirausahaan kalau tidak mengerjakan sesuatu dalam dunia nyata. Kita ingin semua mahasiswa kita bisa berenang ke lautan yang terbuka. Jangan di kolam renang. Harus pergi ke laut untuk melatih diri,” paparnya.

Di akhir diskusi ini Presiden Jokowi berharap gerakan MBKM ini menjadi percepatan atau penyiapan talenta Indonesia. 
“Ini merupakan strategi talent boosting yang harus didukung semua pihak. Ini bukan hanya pekerjaan mas menteri Mendikbud Ristek, tetapi kita semua kalau kita mau membangun negara menuju indonesia maju,” jelas Jokowi.

Doxa mengungkapkan kegembiraannya berkesempatan bertemu langsung dengan presiden dan Mendikbud Ristek. 
“Sangat luar biasa senang dapat mewakili UB dan mahasiswa Kampus Merdeka, serta berdialog langsung dengan Presiden dan Mendikbud Ristek. Ini menjadi pengalaman luar biasa dalam kehidupan saya."

"Semoga saya bisa membawa nama baik almamater UB dan memberikan kontribusi yang terbaik untuk negara saya tercinta Indonesia,” ujarnya.

Kesempatan luar biasa ini berawal dari keikutsertaannya pada program Bangkit yang diinisiasi oleh Google bekerja sama Gojek, Tokopedia, dan Traveloka. 

“Di sana saya berhasil menyelesaikan tujuh sertifikasi berstandar internasional atau yang biasa disebut dengan microcredentials dalam kurun waktu kurang dari lima bulan. Ini lebih cepat dari jadwal seharusnya."

"Dalam kegiatan tersebut saya juga aktif memberi kelas tambahan untuk rekan rekan cloud computing dalam hal software engineering, karena kebanyakan teman teman masih belum mengerti bagaimana cara membangun web service,” ungkapnya.

Kedepannya Ia berharap aplikasi USAHAQ dapat berkembang baik dan dapat diterima dengan antusias oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Indonesia. Sehingga perekonomian nasional Indonesia dapat meningkat dan taraf hidup masyarakat Indonesia menjadi lebih baik.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa di seluruh Indonesia untuk selalu membuat karya demi negara kita yang penuh anugerah ini. 

“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang hebat dan kita tentunya sangat bisa menjadikan negara ini maju dengan potensi yang ada menuju generasi Indonesia emas,” tegasnya.(*)

Sumber: