Garap Desa Wisata Nusantara, Mahasiswa ITN Malang Juara 1 Rendering Acsent Udayana 2021

Garap Desa Wisata Nusantara, Mahasiswa ITN Malang Juara 1 Rendering Acsent Udayana 2021

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view

File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

Meskipun dikerjakan bersama, namun tetap ada kesulitan dalam membuat rendering. Seperti halnya device (laptop dan komputer) yang digunakan oleh mereka berdua memiliki spesifikasi standard. 

Padahal lomba yang mereka ikuti termasuk dalam skala kawasan. Dimana banyak sekali bentuk geometri bangunan yang harus detail. Hal tersebut tentu sangat menyulitkan kinerja komputer Max dan Sandro. 

“Saat pertengahan pengerjaan kami sempat kebingungan. Karena komputer dan laptop yang kami gunakan nyaris tidak bisa mengerjakan modeling pada saat masuk proses rendering animasi di software. Namun, kami tidak kehilangan trik untuk menyelesaikan rendering ini. Meskipun dengan berat hati, akhirnya kami harus menurunkan kualitas animasi karena ada beberapa keterbatasan (komputer),” ungkap Max. 

Baik Max maupun Sandro meski sama-sama pernah mengikuti lomba rendering, namun Acsent 2021 menjadi kejuaraan pertama bagi mereka. Dalam lomba rendering kali ini asal pemenang lomba tidak dipublikasikan oleh panitia. Namun menurut informasi yang didapat Max, untuk juara 2 berasal dari Universitas Udayana Bali sendiri.  

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin dalam menyiapkan animasi serta panel poster baik dari teknik pengambilan angle kamera dan narasi video. Kami rasa poster karya kami sudah cukup seimbang, penyajian foto dan deskripsinya sangat proporsional,” aku Sandro yang menambahkan lewat sambungan whatsapp. 

Sandro yang baru duduk di semester 4 Arsitektur ini berharap akan semakin banyak masyarakat yang peduli pada pentingnya tempat wisata dengan tema nusantara. Sehingga generasi masa depan bisa mempertahankan kelokalan dan identitas bangsa sebagai daya tarik wisata.  

“Kami, juga berharap kedepannya semakin banyak lomba rendering arsitektur. Karena skill rendering, foto, dan animasi sangat diperlukan pada saat kami terjun di dunia kerja khususnya bidang arsitektur. Pastinya kami sangat senang (juara 1) karena effort yang kami keluarkan tidak sia-sia, dan juga mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti lomba ini,” pungkasnya. (*)

Sumber: