Pemkot Malang Siap Bantu Penyembelihan Hewan Kurban

Pemkot Malang Siap Bantu Penyembelihan Hewan Kurban

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view

File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

AMEG - Pemerintah Kota Malang menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinkes serta para ulama. Membahas pelaksanaan dan pemotongan hewan kurban hari raya Idul Adha 1443 H, Bertembat di gazebo Balaikota Malang, Jumat (16/7/2021).

Walikota Malang H Sutiaji mengatakan. Hasil pembahasan merumuskan beberapa poin penting.

"Kita mengindentifikasikan jumlah masjid. Sementara ada 630. Jadi kami bakal mengakomodir proses penyembelihan hewan kurban kurang lebih 630 masjid dan mushola," ujarnya saat ditemui reporter City Guide 911 FM.

Ia menjelaskan, alternatif ditawarkan untuk mengurangi kerumunan pra maupun pasca penyembelihan hewan kurban. Selain lebih efisien ditangani RPH, sekaligus lebih praktis dalam pendistribusian daging kurban.

"Alternatif kedua, kita melakukan penyembelihan massal. Salah satunya di stadion Gajayana. Karena untuk memfasilitasi yang tidak tertampung di RPH,” tuturnya.

Alternatif selanjutnya, jika memang ada yang melakukan penyembelihan di masjid, harus mengikuti Surat Edaran Walikota Malang. Wajib swab antigen 2 × 24 jam sebelum penyembelihan dilakukan.

"Kami juga berharap panitia sudah divaksin. Sehingga rawan terpapar kemungkinan kita terkecil. Mudah-mudahan dia tidak menjadi orang-orang yang tertular Covid-19," jelasnya.

Sementara itu, terkait kerumunan di masa Idul Adha, pihaknya sudah menginstruksikan Satpol PP. Agar bekerjasama dengan pimpinan kelurahan dan satgas setempat. Untuk mengawasi pelaksanaan penyembelihan. Harus bisa memastikan, kapan penyembelihannya. Tanggal 21, 22 atau 23 Juli 2021.

"Kami lakukan pengawasan secara berlapis. Dari kampung-kampung tangguh untuk mengawasi penyembelihan," tambahnya.

Selain dari Kelurahan dan Forkopimcam, ia meminta Dispangtan serta dokter hewan keliling membentuk tim khusus dan satgas. Mengawasi proses tersebut.

"Nanti siapa-siapa yang masuk tim dan satgas, insyaallah kami SK kan," lanjutnya.

Sedangkan, 630 masjid dan mushola yang terdata di RPH, akan dilakukan penyembelihan dalam tiga hari, 21-23 Juli 2021. Nantinya di RPH, daging langsung dipecah menjadi empat bagian besar. Sehingga panitia kurban tinggal membagi kecil-kecil.

"Kita memberikan subsidi upah setiap ekor sapinya lebih dari 50 persen. Dengan demikian memberikan keringanan bagi panitia kurban untuk membayar tenaga dari RPH. Nanti, masing-masing biaya asalnya Rp 725 ribu, disubsidi menjadi Rp 300 ribu per sapi," pungkasnya. (*)

Sumber: