Minyak Goreng di Batu Mendadak Melimpah, Ada Apa?

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
AMEG - Minyak goreng di Kota Batu yang sempat langka, mendadak memenuhi etalase sejumlah retail modern.
Melimpahnya minyak goreng itu setelah pemerintah pusat mencabut harga eceran tertinggi (HET) dan kembali ke harga pasar Rp 23.000-Rp 24.000 per liter.
Pantauan ameg.id di sejumlah retail modern Kota Batu, minyak goreng kemasan dijual Rp 24.300 per liter.
Warga Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Hane Pratiwi mengaku heran berlimpahnya minyak goreng di retail modern.
"Kemarin-kemarin minyak goreng kosong. Masuk ke minimarket satu ke satu lainnya selalu kosong. Sekarang setelah pemerintah mencabut HET tiba-tiba stoknya melimpah," ujar Hane, Jumat (18/3/2022).
Warga Jalan Wilis, Kelurahan Sisir, Kota Batu, Tri S mengatakan, saat ini ketersediaan minyak goreng berlimpah. Bisa ditemui di retail modern maupun toko pracangan.

"Kemarin pas harganya murah pembeli dibatasi hanya dua kemasan. Sedangkan saat ini bebas beli berapapun tapi harganya mahal sekali," tutur Tri.
Tri heran dengan keberadaan minyak goreng yang tiba-tiba melimpah. Tri berharap, pemerintah bisa mengatasi persoalan harga minyak goreng.
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso berharap, pemerintah pusat mengontrol harga minyak dipasaran. "Kepada pemerintah pusat seharusnya negara bisa mengontrol pasar. Jangan negara dikuasai pasar," kata Punjul
Punjul mengatskan, pemerintah pusat seharusnya memberikan subsidi terhadap minyak goreng. Tujuannya supaya daya beli masyarakat terjaga.
"Kebijakan pusat seharusnya pasar yang disubsidi supaya harga terjangkau oleh masyarakat. Jangan sampai naik, karena daya beli masyarakat mampunya segitu," tandasnya. (*)
Sumber: