Peziarah Belum Padati Makam Leluhur

AMEG - Biasanya menjelang lebaran, masyarakat banyak melakukan ziarah kubur, di makam para leluhur. Salah satu makam leluhur di Kota Batu, yakni Ki Ageng Puspo atau Mbah Patok alias Empu Supo, menjadi salah satu makam yang banyak dikunjungi peziarah.
Sebelumnya mulai H-7 lebaran, peziarah yang datang dari luar kota, maupun warga Kota Batu sendiri, sudah mulai terlihat. Namun pada momen lebaran ini, ditambah adanya larang mudik, peziarah mengalami penurunan. Kalau pun ada, didominasi warga Kota Batu.
Juru Kunci Makam Mbah Patok, Muhkrom mengatakan, biasanya H-7 menjelang hari raya para peziarah, sudah mulai banyak. Namun sampai saat ini masih sepi.
‘’Mungkin yang dari luar Kota Batu, tidak bisa masuk karena ada larangan mudik," ujar Muhkrom kepadaameg.id, Sabtu (8/5/2021).
Mbah Patok sendiri, kata dia, adalah orang pertama yang menduduki kawasan Songgoriti. Atau bisa dikatakan orang yang babat alas.
"Nama asli dari Songgoriti dulunya adalah Sanggaredi. Dapat diartikan 'Sangga' sebagai penyangga dan 'Redi' diartikan sebagai gunung 'penyangga gunung'. Karena posisi Songgoriti ini dikelilingi gunung," jelas Muhkrom.
Dulunya, saat makam Mbah Patok pertama kali ditemukan, hanya tampak dua batu nisan saja. Yang bentuknya menyerupai patok. Baru setelah beberapa tahun selanjutnya dilakukan pembangunan.
Sumber: