Meneken Kontrak dengan Kehancuran
Apa yang akan Anda lakukan jika mengetahui bahwa hidup Anda tinggal 100 hari? Pasrah saja, dan mencoba memenuhi bucket list sebelum pergi? Atau mencoba nego dengan kematian untuk menunda kedatangan? Well, keduanya tidak ada dalam pikiran Park Bo-young dalam Doom at Your Service.
***
SIAL sekali hari Tak Dong-kyung. Dia baru saja divonis menderita glioblastoma, atau kanker otak ganas. Kalau dia menjalani biopsi, usia dia bisa mencapai setahun. Kalau tidak, paling-paling hanya tiga sampai empat bulan. Dong-kyung ogah biopsi. ’’Soalnya jatah cutiku sudah habis,’’ kata editor di sebuah kantor penerbitan web-novel itu. Bikin sang dokter geleng-geleng kepala.
Ketika sedang merenungi nasib, pacar Dong-kyung mengajak bertemu di kafe. Ternyata, dia ditemui oleh istri sang pacar. Ya, dia tidak tahu bahwa pria yang dia pacari selama tiga bulan terakhir sudah menikah. Istrinya sedang hamil.
Dong-kyung dilabrak di depan umum. Dalam perjalanan pulang—dia kehujanan, sementara semua orang sepertinya ingat untuk membawa payung—adik Dong-kyung menelepon. Mau pinjam uang. Lengkap sudah penderitaan dia.
Di tengah segala kegalauan, plus setelah menghabiskan tiga botol makgeolli sendirian, Dong-kyung berteriak ke langit malam. Meneriakkan sebuah harapan. Alih-alih kepingin mati, dia malah kepingin dunia ini hancur. Supaya dia tidak menderita sendirian.
Harapan Dong-kyung didengar oleh Myul-mang (Seo In-guk). Makhluk mistis yang—bisa diduga ganteng banget—bertugas menciptakan segala malapetaka di dunia. Ia bekerja untuk para dewa. Untuk menjaga keseimbangan alam semesta. Mungkin semacam Dewa Siwa di agama Hindu. Dalam bahasa Korea, myul-mang berarti doom. Alias kehancuran.
Myul-mang mendatangi Dong-kyung. Menawari dia kontrak yang aneh. Dia menyuruh Dong-kyung membuat permintaan. Apa saja. Maka ia akan membuat jalan Dong-kyung menuju kematian tidak sakit sama sekali. Syaratnya, sebelum meninggal, dia harus membuat permintaan lain. Yakni, kehancuran dunia. Seperti harapan dia waktu mabuk.
’’Bagaimana kalau aku melanggar kontak itu? Bagaimana kalau kamu membuat kematianku tidak sakit, tapi aku tidak meminta kehancuran dunia?’’ Dong-kyung bertanya.
’’Maka orang lain akan kehilangan nyawanya. Orang yang paling kamu cintai pada saat itu. Aku tinggal memindahkan kehancuran darimu ke orang lain itu,’’ Myul-mang menjawab santai. Dan sejak itulah, kontrak janggal antara manusia dengan makhluk spiritual yang sulit dideskripsikan itu terjalin.
Cinta Segitiga
Drama yang merupakan comeback Seo In-guk ke layar TV setelah tiga tahun absen ini menjanjikan banyak hal. Pertama, tentu fantasi. Myul-mang sepertinya didesain seperti goblin. Atau malaikat maut. Di drama legendaris Guardian: Lonely and Great God. Makhluk non-manusia yang ganteng banget, misterius, dingin, tapi punya sisi tengil yang menggemaskan.
Dan In-guk sukses berat mengeksekusi peran tersebut. Aktor yang kali terakhir muncul di drama The Smile Has Left Your Eyes (2018) itu berhasil menampilkan pesona Myul-mang yang misterius. Ia jelas-jelas tidak berpihak pada manusia. Dan paling benci kalau ada orang yang mencoba bunuh diri. Karena berupaya mendahului pekerjaannya.
Namun, ia bisa sangat flirty dan manis saat menghadapi Dong-kyung. Ia menggunakan gelang pengikat dari benang, sebagai modus untuk menggenggam tangan Dong-kyung. ’’Ini untuk mengingatkan kontrak kita. Tapi tiap hari harus di-charge.’’ Bagaimana cara mengisi daya gelang itu? Dengan menggenggam tangannya.
Maklum saja. Karena drama ini juga bakal banyak dipenuhi romansa. Myul-mang jelas-jelas naksir berat pada Dong-kyung. Meski ia selalu menegaskan bahwa ia bukan makhluk baik-baik. Sebaliknya, Dong-kyung, yang merasa hidup dia tinggal sebentar, tak mau repot-repot memikirkan asmara.
Dalam sinopsis yang telah beredar, disebutkan pula bahwa akan ada plot cinta segitiga. Yakni antara karakter pendukung. Yakni antara Cha Joo-ik (Lee soo-hyuk), kepala tim editorial di kantor Dong-kyung, Lee Hyun-kyu (Kang Tae-oh), seorang pemilik kafe, dengan Na Ji-na (Shin Do-hyun). Seorang penulis novel yang juga teman dekat Dong-kyung.
Sumber: