Titik Api Muncul Bersamaan, Dugaan Kesengajaan Karhutla Disorot
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: AFP/Getty Images--
AMEG.ID, Malang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur kini memunculkan ancaman lanjutan menjelang musim hujan.
Selain mempercepat pemadaman, pemerintah mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah banjir bandang dan tanah longsor akibat meningkatnya curah hujan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menyebut munculnya titik api secara bersamaan di beberapa gunung memunculkan dugaan adanya campur tangan manusia. Dugaan itu menjadi perhatian di tengah luasnya dampak kebakaran yang terjadi di berbagai daerah.
“Selain faktor cuaca ekstrem, ditemukannya titik api yang muncul secara bersamaan di beberapa gunung mengindikasikan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian manusia (man-made disaster),” ujarnya mengutip Indoposco.
Berdasarkan data BPBD Jawa Timur, total area yang terbakar mencapai 11.449 hektare di 26 kabupaten dan kota. Bencana ini juga menelan lima korban jiwa yang terdiri dari petugas dan relawan.
Untuk mempercepat penanganan, BNPB menambah dukungan armada udara berupa helikopter untuk pemadaman melalui metode water bombing serta pesawat untuk operasi modifikasi cuaca.
Di sisi lain, pengawasan kawasan rawan kebakaran dan upaya penegakan hukum akan diperketat guna menindaklanjuti dugaan keterlibatan manusia dalam munculnya titik api.
Ancaman berikutnya muncul seiring peralihan musim menuju penghujan yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan November. Area pegunungan yang terdampak kebakaran perlu mendapat perhatian karena sisa material dan kayu terbakar berpotensi menghambat aliran sungai ketika hujan deras terjadi.
“Kepala BNPB juga menginstruksikan petugas untuk membersihkan sisa material serta kayu terbakar di sepanjang aliran sungai sekitar kawasan pegunungan agar tidak menyumbat arus air saat curah hujan meningkat, yang dapat meningkatkan potensi banjir dan tanah longsor,” ujar Berton.
Satgas gabungan disiagakan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan. Pemerintah juga akan memetakan kebutuhan tambahan dari daerah agar dukungan penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“BNPB juga akan menginventarisasi kebutuhan tambahan dari pemerintah daerah dan mendukung penanganan sesuai kebutuhan yang dilaporkan,” tambahnya.
Sumber: