Pemerintah Target Seluruh Desa Teraliri Listrik Pada 2029

Pemerintah Target Seluruh Desa Teraliri Listrik Pada 2029

Ilustrasi daerah 3T. Foto: Antara--

AMEG.ID, Jakarta - Di tengah meningkatnya pembangunan infrastruktur nasional pemerintah masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan akses listrik.

Hingga saat ini, ribuan desa dan dusun di berbagai wilayah Indonesia terutama kawasan timur masih belum menikmati layanan listrik yang memadai.

Kondisi itu mendorong pemerintah menjadikan program elektrifikasi desa sebagai salah satu prioritas nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan seluruh desa dan dusun yang belum teraliri listrik ditargetkan dapat memperoleh akses energi pada 2029 mendatang.

Menurut Bahlil, target tersebut merupakan bagian dari arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat pemerataan pembangunan hingga wilayah terluar dan terpencil.

"Perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto) tahun 2029-2030, semua listrik di desa-desa atau dusun-dusun yang belum ada. Insyaallah doakan mohon dukungan dari Bapak-Ibu anggota Komisi XII untuk bisa kita selesaikan agar mereka juga merasakan bagian daripada kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Bahlil mengutip CNN Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI yang membahas usulan anggaran Kementerian ESDM untuk tahun 2027. Dalam kesempatan itu, Bahlil mengungkapkan masih terdapat lebih dari 10 ribu titik permukiman yang belum tersentuh jaringan listrik.

Data yang dimiliki Kementerian ESDM menunjukkan terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang hingga kini belum mendapatkan akses listrik secara optimal. Sebagian besar wilayah tersebut berada di Pulau Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Menurut Bahlil, persoalan elektrifikasi di kawasan timur Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Ia mengaku menemukan langsung kondisi sejumlah wilayah yang masih hidup tanpa pasokan listrik saat melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah tersebut.

"Setelah kemarin saya ke kawasan timur, itu ternyata masih ada juga. Ada pulau, ada storage, enggak ada listrik. Coba bayangkan itu. Jadi ada sebagian di Sulawesi, ada sebagian di Maluku, ada sebagian di Papua," ujar Bahlil.

Untuk mempercepat penyediaan listrik di daerah yang belum terjangkau, Kementerian ESDM mengusulkan anggaran pembangunan infrastruktur listrik desa sebesar Rp9,746 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan jaringan listrik dan berbagai sarana pendukung lainnya di wilayah yang selama ini belum terlayani.

Menurut Bahlil, program listrik desa menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran listrik dinilai tidak hanya mendukung aktivitas rumah tangga tapi juga membuka peluang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik yang lebih baik.

Sumber: