Pemerintah Perluas Akses Program 3 Juta Rumah Subsidi

Pemerintah Perluas Akses Program 3 Juta Rumah Subsidi

Ilustrasi rumah subsidi. Foto: Istimewa--

"Semuanya juga bergerak seperti ini langsung door to door, lihat langsung ke lapangan, menyentuh langsung di rakyat. Jadi bukan berdasarkan informasi, apalagi di belakang meja," katanya.

Kunjungan terbaru dilakukan di kawasan Tambora, Jakarta Barat yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia.

Dari hasil peninjauan tersebut, pemerintah masih menemukan kondisi hunian yang dinilai belum layak termasuk rumah berukuran kecil yang dihuni hingga 10 orang dalam satu keluarga.

Temuan-temuan di lapangan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk terus memperluas akses terhadap program perumahan rakyat.

Menurut Tito, peninjauan serupa juga dilakukan di berbagai daerah lain seperti Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, hingga kawasan perbatasan di Sulawesi Utara.

Ia menilai kebutuhan rumah layak huni masih menjadi persoalan yang dihadapi banyak masyarakat, sehingga program perumahan harus dijalankan secara langsung dan menyentuh kelompok yang benar-benar membutuhkan.

"Jadi program Bapak Prabowo di antaranya program rumah ini betul-betul menyentuh, karena peduli rakyat kecil. Ini riil, saya mendampingi Pak Ara (Menteri PKP) bukan sekali ini aja," kata Tito.

Melalui revisi definisi MBR dan berbagai kemudahan yang sedang disiapkan, pemerintah berharap program 3 juta rumah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini kesulitan memiliki hunian layak.

Dengan cakupan penerima yang lebih luas, program tersebut diharapkan mampu menjadi solusi untuk mengurangi backlog perumahan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah.

Sumber: