Inkoppol Bagikan Beras dan Tanam Pisang di Kasembon

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
AMEG - Menyambut HUT ke 75 Bhayangkara pada 1 Juli mendatang, Induk Koperasi Kepolisian Republik Indonesia (Inkoppol) bersama Kapusdokkes Polri dan Karumkit Polda Jatim melaksanakan bakti sosial di Pendopo Kecamatan Kasembon pada Kamis (24/6/2021) mendatang.
Agar kegiatan yang bakal dihadiri para petinggi Polri itu berjalan maksimal, maka Selasa (22/6/2021) hari ini, Inkoppol melakukan berbagai persiapan. Di antaranya bantuan sosial berupa beras, kursi roda, masker dan bantuan lainnya.
Ketua pelaksana bakti sosial kesehatan Irjen Pol (Purn) Mudji Waluyo menjelaskan, dalam HUT Bhayangkara nanti juga digelar operasi bibir sumbing dan langit-langit di RS Bhayangkara Kediri.
"Total ada lima orang yang mengikuti operasi tersebut. Dengan dipimpin oleh Kombes Pol dr Aris. Selain itu, di RS Bhayangkara Kota Batu dilaksanakan operasi hernia," jelas Mudji Waluyo kepada ameg.id, Selasa (22/6/2021).
Usai melakukan persiapan, pihaknya juga melaksanakan kegiatan lain bertujuan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat luas, terkhusus untuk pimpinan Polri melalui program deradikalisasi lewat proses tanam pisang.
"Untuk lahan, kami bekerja sama dengan Perhutani Kabupaten Malang dengan mengajak masyarakat LKMDH (lembaga masyarakat yang ada di dalam hutan) dengan memanfaatkan lahan produktif milik Perhutani di kawasan Kecamatan Kasembon dengan luas lahan 10 hektar," ujarnya.
Kata dia, setiap dua tahun sekali lahan itu akan terus diperpanjang masa kontraknya. Saat ini, sudah ada sekitar 55 orang petani telah bertransformasi dari petani cabai dan singkong menjadi petani pisang dan durian.
Di lahan 10 hektar tersebut, ditanami 1000 pohon durian dan 10.000 pohon pisang.
"Untuk pohon pisang 60 persen berjenis kepok kuning dan 40 persen berjenis ambon raja," terang pria yang juga menjabat sebagai Kasatgassus Dradikalisasi Inkoppol.
Masyarakat yang melakukan penanaman pisang di lokasi juga dibimbing secara profesional oleh ahli pisang Prof Lasio berasal dari Bantul. Sedangkan koordinatir masyarakat, dilakukan oleh AKBP (Purn) Winardi H.
Saat ribuan pisang t masuk masa panen, Inkoppol akan memfasilitasi penjualan ke pasar lokal, seperti Surabaya dan Yogyakarta.
Jika target market tidak mampu menampung, menurut Mudji, pihaknya akan memberikan pelatihan kepada para petani untuk membuat keripik pisang dengan standar tertentu.
"Ketika pembuatan keripik pisang itu sudah berjalan. Kemasan akan kami buat secantik mungkin. Dengan target market bisa menembus pasar ekspor," katanya. (*)
Sumber: