Banyak Persepsi Masyarakat Soal Odol Masih Menyimpang

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
Dalam Talkshow Idjen Talk hari ini (5/7) Kepala Pusat Kajian Transportasi Universitas Widyagama Malang - Aji Suraji mengatakan, banyaknya tendensi yang mengarah pada kendaraan ODOL didasari oleh mindset masyarakat, yang masih menganggap kegiatan tersebut efisien dalam transportasi, serta dianggap juga berpengaruh terhadap harga produk yang diangkut.
Di Radio City Guide Aji juga menambahkan, masyarakat masih berfokus pada keuntungan saja, namun belum memiliki kesadaran terkait keselamatan dan keamanan berlalu lintas, serta dampak pada kerusakan dini pada konstruksi jalan.
Lebih lanjut, Aji juga menekankan, diperlukan upaya massive oleh seluruh komponen yaitu Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Industri dan kepolisian, untuk berkoordinasi dalam memberantas keberadaan odol. Aji juga menegaskan sampai saat ini belum ada pengetatan dalam pengawasan ODOL, baik di kabupaten maupun kota, yang berawal dari jalan TOL. (YOLANDA OKTAVIANI)
SUMBER : CITY GUIDE
Sumber: