Karhutla di Bromo Mencapai 504 Hektare

Karhutla di Bromo Mencapai 504 Hektare

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 116

Backtrace:

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort

File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view

File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

AMEG.ID, Kabupaten Malang - Jumat (15/9) kemarin Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) melaporkan kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo Jatim diperkirakan mencapai 504 hektare.

Melansir Suara Surabaya, Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS Septi Eka Wardhani mengatakan periode Agustus hingga September 2023 terjadi karhutla di kawasan Gunung Bromo beberapa kali. Namun pada 29 Agustus 2023, kejadian itu baru pertama kali terjadi di wilayah Bantengan.

Awal kebakaran terjadi 29 Agustus di wilayah Bantengan sampai BB TNBTS menutup sebagian akses wisata ke kawasan Gunung Bromo. Selanjutnya diperparah dengan flare pre wedding pada 6 September 2023, sehingga sampai sekarang hampir semua kawasan Gunung Bromo hangus terbakar.


“Untuk saat ini sudah padam semua, Dalam beberapa hari ke depan akan kami lakukan evaluasi. Jika memang sudah dipastikan aman, akan kami buka,” katanya. (IC-NY/SUARA SURABAYA)

Sumber: