Karena DPO, Valen Harus Masuk Penjara

A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 116
Backtrace:
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 116
Function: array_multisort
File: /var/www/html/ameg.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 561
Function: view
File: /var/www/html/ameg.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
Bukan Sekadar Tahanan Kota
AMEG ID, KOTA SURABAYA - Pingsannya wanita pesohor Kota Malang, FM Valentina (63), dipersoalkan oleh Advokat Lardi SH pada Minggu sore (17/9), saat pertemuan dengan sejumlah wartawan, di Bakso CakLar, Banyu Urip, Surabaya. Pingsan itu, menurut Lardi, melahirkan dugaan adanya permainan dan ketidakadilan.
"Efek adegan pingsan itu, mengubah statusnya, yang harusnya masuk penjara wanita di Sukun Malang, menjadikannya hanya tahanan kota, yang bisa membuatnya berbuat apa saja di luar," ujarnya.
"Jangan lupa, Polda Jatim sudah bersusah payah menangkap wanita yang berstatus DPO itu," lanjut Lardi.
Seperti diketahui, Valen, panggilan akrab wanita yang dikenal juga sebagai advokat itu, memang dijemput aparat Polda Jatim pada Selasa tengah malam (12/9) lalu, di Rumah Sakit Persada Malang. Saat itu dia dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) sebagai tersangka kasus kriminal.
Esoknya, diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Jatim, di Surabaya. Untuk selanjutnya, berkas perkaranya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Malang untuk diadili. Kejaksaan Tinggi Jatim di Surabaya melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang karena locus delicti-nya di Malang. Sekaligus menahan Valen di Rutan Wanita Sukun Malang.
Maka, Valen langsung dikirim ke Kejari Malang Kamis (14/9), dengan didampingi tim Kejati Jatim. Untuk menyelesaikan semuanya di Malang. Sesampai di Kejari Malang, dipersiapkan segala hal termasuk surat penahannya.
Setelah siap semua, Valen menolak dikirim masuk tahanan di Rutan Sukun Malang itu. Terjadi perdebatan alot. Lama. Sampai kemudian Valen, yang semula tegas dalam penolakannya itu, pingsan.
Sumber: