“Ada beberapa paguyuban. Itu juga perlu diajak komunikasi dan dilibatkan agar tidak ada dinamika-dinamika yang tidak perlu. Semakin banyak yang dirangkul, saya kira semakin baik,” ujar Anas.
Menurut Anas, angkutan pelajar gratis dapat menjadi langkah awal menuju penataan transportasi publik yang lebih luas. Program itu perlu diselaraskan dengan rencana penataan ulang rute angkot atau rerouting serta pengembangan angkutan pengumpan.
Keberhasilan kebijakan ini pada akhirnya tidak hanya diukur dari pergantian bus sekolah dengan angkot. Perbaikan kondisi armada, kelengkapan izin, ketepatan rute, efektivitas pengawasan, dan bertambahnya jumlah pelajar yang terlayani menjadi indikator penting untuk menilai dampaknya bagi transportasi Kota Malang.