BPJS Kesehatan Respon Kabar Pelantikan Tersembunyi dengan Anggaran 1 Miliar

BPJS Kesehatan Respon Kabar Pelantikan Tersembunyi dengan Anggaran 1 Miliar

Humas BPJS Kesehatan Rizky Anugerah--

AMEG.ID, Jakarta - Isu BPJS Kesehatan melantik penjabat secara sembunyi-sembunyi menjadi polemik di tengah masyarakat. Hal itu karena acara ini menghabiskan anggaran sampai 1 miliar rupiah.

 

Kabar ini awalnya disampaikan sebuah akun di aplikasi X yang menyatakan bahwa BPJS Kesehatan tengah menggelar pelantikan sejumlah jabatan dengan sembunyi-sembunyi di DI Yogyakarta.

 

Akun tersebut juga menyebut souvenir alias tanda mata dalam acara ini juga mencapai nilai 900 ribu per souvenir dengan jumlah peserta sebanyak 280 orang.

 

"Selamat dan sukses ya pelantikan pejabat @BPJSKesehatan hotel jalan Solo Jogja, tapi kenapa harus diam-diamdan dilarang ambil dokumentasi sehingga terkesan ditutupi ya? anggaran -+ 1M buat 280 orang peserta itu lumayan lo. Souvenir aja -+ harga 900 ribu ingat itu uang rakyat," tulis akun tersebut.

 

Menaggapi hal tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizky Anugerah menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan BPJS Kesehatan di Yogyakarta kegiatannya berupa Rapat Strategis Nasional rutin setiap tahun untuk mencapai target kinerja dalam pengelolaan Program JKN.

 

"Mengawali tahun tentu terdapat rencana-rencana strategis yang harus dikomunikasikan kepada jajaran pimpinan baik di lingkup Kantor Pusat, Kedeputian Wilayah, hingga Kantor Cabang BPJS yang ada di seluruh Indonesia. Harapannya apa-apa yang ditargetkan di tahun 2025 bisa terlaksana dengan baik," kata Rizky, Rabu (23/1/2025).

 

Selanjutnya, dalam memastikan agar kegiatan ini terlaksana secara efektif dan efien, maka dikedepankan kolaborasi melalui sinergi berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh jajaran Direksi, Senior Leader, hingga Kepala Cabang.

 

"Kami pastikan bahwa kegiatan ini tidak menggunakan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan," jelas Rizky.

 

Selain membahas soal strategi 2025, kegiatan ini juga dilakukan untuk membahas rencana strategi penerapan Governance Risk and Compliance, kemudian kegiatan Learning Council Meeting, dan CEO and Senior Leaders Strategic Discussion.

 

"Semua kegiatan itu dirancang untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas layanan BPJS Kesehatan. Kami tegaskan bahwa seluruh kegiatan ini dilakukan secara profesional dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik," kata Rizky.

 

Sumber: